Apa itu PAMI?

Pusat Arbitrase dan Mediasi Indonesia (PAMI) merupakan lembaga penyelesaian sengketa di luar peradilan yang didasarkan pada perjanjian arbitrase dan dibuat secara tertulis oleh para pihak bersengketa. Selain Arbitrase, PAMI juga memberikan pelayanan Mediasi, Ajudikasi dan Pendapat Mengikat.

PAMI didirikan pertama kali oleh Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN APINDO) dan APINDO Training Center (ATC), yang telah disahkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU – 0007633.AH.01.07 Tahun 2017.

Pembentukan PAMI diharapkan mampu menjadi solusi alternatif penyelesaian sengketa yang diperlukan oleh Dunia Usaha di Indonesia. Untuk menjadikan PAMI sebagai yang terbaik maka sejak dari awal para pendiri memberikan komitmen untuk mempersiapkan infrastruktur pendukung, khususnya Arbiter dan Mediator yang profesional, berintegritas dan profesional.

Makna Logo

Garis Lengkung
- Dua garis lengkung melambangkan lembaga yang menjembatani kepentingan para pihak yang bersepakat untuk menyelesaikan sengketa melalui mekanisme Arbitrase dan atau Mediasi.
- Bentuk payung pada garis lengkung melambangkan lembaga yang mampu memberikan perlindungan dan keadilan bagi para pihak yang bersengketa.

Tulisan PAMI

  • Landasan huruf “PAMI” melambangkan fondasi kokoh sebuah lembaga terpercaya untuk menangani sengketa melalui proses Arbitrase dan Mediasi secara profesional.
  • Warna Biru dan Hitam

  • Warna biru pada garis lengkung melambangkan perdamaian internasional dimana PAMI berorientasi pada kesepakatan yang adil bagi para pihak.
  • Warna Hitam pada huruf “PAMI” menggambarkan ketegasan PAMI dalam dalam menyelesaikan setiap sengketa yang ditanganinya. Secara Keseluruhan, Logo PAMI menggambarkan sebuah lembaga penyelesaian sengketa di luar lembaga Pengadilan melalui mekanisme Arbitrase dan Mediasi yang disepakati oleh para pihak. Nilai-nilai dasar PAMI adalah profesionalisme, efisien, dan rahasia untuk menegakkan keadilan yang menguntungkan para pihak / win win solution.